
Digital marketing bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi bisnis di hampir semua industri. Perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta tingginya ketergantungan pada platform digital membuat perusahaan perlu memahami jenis jenis digital marketing secara menyeluruh, bukan sekadar ikut tren.
Artikel Veltica Masterclass ini membahas 10 jenis digital marketing secara lebih mendalam dan edukatif, dengan pendekatan yang variatif agar mudah dipahami oleh pemula, profesional, maupun pelaku bisnis yang ingin menyusun strategi digital marketing secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
1. Search Engine Optimization (SEO)
Search Engine Optimization (SEO) adalah salah satu jenis digital marketing pertama, strategi digital marketing yang berfokus pada upaya meningkatkan visibilitas website di hasil pencarian organik mesin pencari, terutama Google. Ketika seseorang mengetikkan kata kunci tertentu, SEO membantu website Anda muncul di posisi teratas tanpa harus membayar iklan.
SEO tidak hanya soal memasukkan kata kunci ke dalam artikel. Strategi ini mencakup banyak elemen teknis dan non-teknis, seperti kualitas konten, struktur website, kecepatan loading halaman, pengalaman pengguna (UX), hingga kredibilitas website melalui backlink. Semua elemen tersebut bekerja bersama untuk membangun “kepercayaan” mesin pencari terhadap website Anda.
Salah satu kekuatan utama SEO adalah dampaknya yang bersifat jangka panjang. Ketika sebuah halaman sudah berhasil menempati peringkat atas, traffic dapat terus mengalir secara konsisten tanpa biaya tambahan per klik. Inilah yang membuat SEO sering disebut sebagai aset digital.
Namun, SEO menuntut kesabaran dan konsistensi. Hasilnya tidak instan, tetapi bagi bisnis yang ingin membangun fondasi digital yang kuat dan berkelanjutan, SEO adalah jenis digital marketing yang sangat krusial.
Tipe pekerjaan di bidang SEO antara lain:
- SEO Specialist
- SEO Analyst
- Content SEO Writer
- Technical SEO Specialist
- SEO Strategist / Growth Strategist
2. Search Engine Marketing (SEM)

Search Engine Marketing (SEM) merupakan strategi pemasaran digital yang menggunakan iklan berbayar untuk muncul di hasil pencarian. Iklan ini biasanya ditampilkan di bagian atas halaman Google dan ditandai sebagai “Ads”. Model pembayaran yang paling umum adalah pay-per-click (PPC).
SEM sangat efektif ketika bisnis membutuhkan hasil cepat. Misalnya saat meluncurkan produk baru, menjalankan kampanye promosi terbatas, atau ingin langsung menjangkau audiens dengan niat beli yang tinggi. Dengan SEM, bisnis dapat menentukan sendiri kata kunci, target lokasi, waktu tayang, hingga anggaran iklan.
Keunggulan SEM terletak pada fleksibilitas dan keterukurannya. Semua performa iklan dapat dipantau secara real-time, mulai dari jumlah klik, biaya per klik, hingga konversi. Hal ini membuat SEM sangat data-driven dan mudah dioptimasi. Namun, berbeda dengan SEO, dampak SEM bersifat jangka pendek. Ketika anggaran iklan dihentikan, traffic pun berhenti. Oleh karena itu, SEM idealnya digunakan sebagai pelengkap strategi SEO, bukan sebagai satu-satunya andalan digital marketing.
Tipe pekerjaan di bidang SEM antara lain:
- SEM Specialist
- Google Ads Specialist
- Performance Marketing Executive
- Paid Search Analyst
- Digital Advertising Manager
3. Social Media Marketing
Social media marketing adalah jenis digital marketing yang memanfaatkan platform media sosial untuk membangun hubungan dengan audiens. Strategi ini mencakup pembuatan konten organik, interaksi dengan followers, hingga penggunaan iklan berbayar di media sosial.
Media sosial bukan hanya tempat promosi, tetapi juga ruang percakapan. Di sinilah brand dapat menunjukkan kepribadian, nilai, dan cara berkomunikasi dengan audiensnya. Konten yang relevan, konsisten, dan autentik menjadi kunci keberhasilan social media marketing.
Keunggulan utama social media marketing adalah kemampuannya membangun engagement dan loyalitas. Audiens tidak hanya melihat brand sebagai penjual, tetapi sebagai entitas yang “hadir” dalam kehidupan digital mereka. Ini sangat penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang.
Namun, tantangan social media marketing terletak pada konsistensi dan strategi. Tanpa tujuan yang jelas, aktivitas media sosial mudah menjadi sekadar rutinitas posting tanpa dampak bisnis yang nyata.
Tipe pekerjaan di bidang social media marketing antara lain:
- Social Media Specialist
- Social Media Strategist
- Community Manager
- Social Media Content Planner
- Social Media Ads Specialist
4. Content Marketing

Content marketing adalah strategi digital marketing yang berfokus pada penciptaan konten bernilai untuk mengedukasi, menginspirasi, dan membantu audiens. Konten ini bisa berbentuk artikel, video, podcast, e-book, atau webinar.
Berbeda dengan iklan langsung, content marketing tidak menekan audiens untuk membeli. Pendekatannya lebih halus, yaitu membangun kepercayaan melalui informasi yang relevan dan bermanfaat. Dari kepercayaan inilah keputusan membeli akhirnya muncul secara alami.
Content marketing berperan besar dalam membangun brand authority. Ketika sebuah brand konsisten menghadirkan konten berkualitas, audiens akan melihatnya sebagai sumber referensi yang kredibel di bidang tertentu.
Strategi ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang audiens. Konten yang baik bukan hanya informatif, tetapi juga kontekstual dengan kebutuhan, tantangan, dan tahap perjalanan pelanggan (customer journey).
Tipe pekerjaan di bidang content marketing antara lain:
- Content Writer
- Content Strategist
- Content Marketing Specialist
- Editorial Manager
- Copywriter (Long-form & Short-form)
5. Email Marketing
Email marketing berfokus pada komunikasi langsung dengan audiens melalui email. Strategi ini sangat efektif untuk membangun hubungan jangka panjang dan meningkatkan retensi pelanggan.
Pekerjaan email marketing tidak hanya soal menulis email. Praktisinya harus memahami segmentasi audiens, automation, analisis open rate dan click-through rate, serta customer journey.
Email marketing membutuhkan keseimbangan antara personalisasi dan relevansi agar pesan tidak terasa mengganggu.
Tipe pekerjaan di bidang email marketing antara lain:
- Email Marketing Specialist
- CRM Executive
- Marketing Automation Specialist
- Lifecycle Marketing Manager
- Customer Retention Specialist
6. Affiliate Marketing
Affiliate marketing adalah model digital marketing berbasis kerja sama, di mana pihak ketiga mempromosikan produk atau layanan sebuah brand dan mendapatkan komisi berdasarkan hasil tertentu, seperti penjualan atau pendaftaran.
Model ini menarik karena relatif minim risiko bagi pemilik bisnis. Biaya hanya dikeluarkan ketika terjadi hasil nyata. Inilah yang membuat affiliate marketing banyak digunakan dalam bisnis digital dan e-commerce.
Bagi afiliasi, strategi ini memberikan peluang penghasilan tanpa harus memiliki produk sendiri. Mereka cukup membangun audiens dan kepercayaan, lalu merekomendasikan produk yang relevan.
Namun, affiliate marketing membutuhkan pengelolaan yang baik. Pemilihan afiliasi yang tidak sejalan dengan nilai brand dapat berdampak negatif pada reputasi.
Tipe pekerjaan di bidang affiliate marketing antara lain:
- Affiliate Marketing Specialist
- Partnership Executive
- Affiliate Program Manager
- Business Development (Affiliate Channel)
7. Influencer Marketing

Influencer marketing memanfaatkan figur yang memiliki pengaruh dan audiens loyal untuk menyampaikan pesan brand. Pendekatan ini dianggap lebih autentik karena pesan disampaikan melalui suara individu, bukan langsung dari brand.
Efektivitas influencer marketing terletak pada kepercayaan audiens terhadap influencer tersebut. Rekomendasi terasa lebih personal dibandingkan iklan konvensional.
Namun, influencer marketing tidak selalu tentang jumlah followers. Relevansi niche, kualitas engagement, dan kesesuaian nilai menjadi faktor yang jauh lebih penting.
Strategi ini membutuhkan riset yang matang agar kolaborasi yang dilakukan benar-benar berdampak pada tujuan bisnis.
Tipe pekerjaan di bidang influencer marketing antara lain:
- Influencer Marketing Specialist
- KOL (Key Opinion Leader) Manager
- Talent Partnership Manager
- Brand Collaboration Executive
8. Video Marketing
Video marketing adalah jenis digital marketing yang menggunakan format video untuk menyampaikan pesan, edukasi, atau promosi. Video memiliki keunggulan dalam menyampaikan emosi dan cerita secara lebih kuat dibandingkan teks.
Dengan meningkatnya konsumsi video di berbagai platform, video marketing menjadi semakin penting. Formatnya pun beragam, mulai dari video pendek hingga konten edukasi berdurasi panjang.
Video memungkinkan brand menjelaskan produk atau konsep yang kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami. Hal ini sangat efektif untuk membangun pemahaman dan kepercayaan.
Tantangan video marketing terletak pada konsistensi dan kualitas produksi. Namun, dengan strategi yang tepat, dampaknya bisa sangat signifikan.
Tipe pekerjaan di bidang video marketing antara lain:
- Video Content Specialist
- Video Producer
- Scriptwriter
- Video Marketing Strategist
- Creative Content Lead
9. Mobile Marketing
Mobile marketing berfokus pada pengguna perangkat mobile dengan pendekatan yang lebih personal dan kontekstual. Strategi ini memanfaatkan kedekatan perangkat dengan penggunanya.
Pekerjaan di bidang mobile marketing sering berkaitan dengan aplikasi, notifikasi, dan pengalaman pengguna. Karena itu, pemahaman UX menjadi sangat penting.
Mobile marketing harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu pengguna.
Tipe pekerjaan di bidang mobile marketing antara lain:
- Mobile Marketing Specialist
- App Marketing Manager
- Push Notification Strategist
- Mobile Growth Specialist
10. Marketing Automation
Marketing automation mungkin salah satu jenis digital marketing yang jarang dibahas. Jenis ini memanfaatkan teknologi untuk mengelola proses pemasaran secara otomatis dan terukur. Strategi ini menghubungkan data, sistem, dan customer journey.
Pekerjaan di bidang ini bersifat strategis dan teknis. Praktisinya harus memahami sistem, data, serta logika pemasaran secara menyeluruh.
Marketing automation sangat dibutuhkan di perusahaan dengan skala besar dan proses pemasaran yang kompleks.
Tipe pekerjaan di bidang marketing automation antara lain:
- Marketing Automation Specialist
- CRM & Automation Manager
- Growth Operations Manager
- Digital Marketing Technologist
Memahami jenis jenis digital marketing beserta ragam pekerjaan di dalamnya memberikan gambaran yang lebih utuh bahwa dunia digital marketing bukanlah satu peran tunggal, melainkan sebuah ekosistem karier yang luas dan terus berkembang. Mulai dari SEO yang analitis, content dan social media yang kreatif, hingga performance dan automation yang sangat data-driven—setiap jalur memiliki tantangan serta peluangnya masing-masing.
Namun, pemahaman konseptual saja tidak cukup. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi skill praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Di sinilah proses belajar yang terstruktur, aplikatif, dan kontekstual menjadi sangat penting—terutama bagi fresh graduate, profesional muda, maupun career switcher yang ingin masuk ke dunia digital marketing dengan lebih percaya diri.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Veltica Masterclass menghadirkan kelas Digital Marketing dan Social Media Marketing yang dirancang secara praktis dan relevan dengan konteks bisnis di Indonesia. Kelas ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman strategi, studi kasus nyata, serta pendekatan kerja yang digunakan oleh praktisi di industri.
Melalui Veltica Masterclass, Anda akan belajar bagaimana menyusun strategi digital marketing end-to-end, memahami peran-peran pekerjaan di dalamnya, serta mengembangkan skill yang siap diterapkan—baik untuk membangun karier, mengembangkan bisnis, maupun meningkatkan performa profesional Anda di era digital.