Veltica MasterClass

Career Advisory Services sebagai Strategic Partner dalam Talent Development Perusahaan

people sitting on chairs beside their desks in an office

Di banyak organisasi, fungsi L&D dan HC/HR sering kali dihadapkan pada pertanyaan yang sama setiap tahun: mengapa program pelatihan sudah banyak, tetapi kualitas kepemimpinan dan kesiapan talenta belum berkembang secepat yang diharapkan? Kita merancang kurikulum, menghadirkan trainer, mengukur jam pelatihan, bahkan mengevaluasi kepuasan peserta. Namun di balik semua itu, ada satu elemen yang sering terlewat: apakah setiap talenta benar-benar memiliki ruang dialog personal untuk memaknai perjalanan kariernya? Di sinilah Career Advisory Services mengambil peran yang berbeda—bukan sebagai program tambahan, tetapi sebagai mitra strategis dalam membentuk arah dan kematangan peran talenta.

Career Advisory Services bukan sekadar sesi konsultasi karier. Ia adalah pendekatan terstruktur yang menghubungkan aspirasi individu dengan kebutuhan organisasi. Dalam konteks perusahaan, ini berarti membantu talenta memahami posisi mereka hari ini, potensi yang bisa dikembangkan, dan kompetensi apa yang harus diperkuat untuk menjawab tantangan bisnis ke depan. Bagi L&D dan HR, pendekatan ini memberi visibilitas yang lebih jelas terhadap peta kesiapan talenta—bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan profesionalisme.

Pertanyaannya: apakah organisasi Anda sudah benar-benar menjadi partner pengembangan jangka panjang bagi talenta muda, atau masih sebatas penyedia pelatihan? Generasi Gen Z dan late millennials memiliki ekspektasi yang berbeda. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan; mereka mencari arah. Mereka ingin berdialog, bukan hanya mendengarkan. Mereka ingin mendapatkan perspektif dari praktisi berpengalaman yang pernah menghadapi dilema nyata, tekanan peran, dan tanggung jawab kepemimpinan. Tanpa ruang advisory dan mentoring yang konsisten, banyak talenta berpotensi merasa stagnan—dan pada akhirnya memilih mencari pertumbuhan di tempat lain.

Ketika Career Advisory Services diposisikan sebagai bagian dari strategi talent development, organisasi mulai bergerak dari pendekatan reaktif menjadi proaktif. HR tidak lagi hanya menangani isu engagement setelah muncul turnover, tetapi membangun sistem pendampingan yang memperkuat clarity of direction sejak awal. Mentoring dan coaching 1-on-1 menjadi instrumen untuk mempercepat kematangan peran, memperbaiki kualitas keputusan, serta membangun kesiapan kepemimpinan di level manajerial dan supervisor. Dampaknya bukan hanya pada retensi, tetapi pada kualitas eksekusi bisnis sehari-hari.

Refleksi yang perlu diajukan kepada setiap pemimpin L&D: apakah sistem pengembangan yang Anda bangun sudah menciptakan dialog lintas generasi yang bermakna? Atau masih terfragmentasi dalam modul-modul yang berdiri sendiri? Career Advisory Services memungkinkan perusahaan mengintegrasikan in-house capability development dengan mentoring dan coaching yang kontekstual. Dengan demikian, pengembangan kompetensi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut dalam percakapan yang personal, reflektif, dan relevan dengan peran nyata di organisasi.

Jika organisasi Anda ingin membangun sistem talent development yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada talent retention, saatnya menjadikan Career Advisory Services sebagai strategic partner—bukan sekadar program tambahan.

Bangun Sistem Leadership & Talent Development yang Terintegrasi
Eksplor Program Leadership & People Management – In-House Capability Development & Career Advisory Services Veltica MasterClass dan rancang pendampingan talenta yang relevan dengan kebutuhan organisasi Anda hari ini.

Mengapa In-House Capability Development Menjadi Kunci Talent Retention di Era Gen Z

desks and armchairs in office

Banyak organisasi hari ini bertanya mengapa talenta muda begitu mudah berpindah. Exit interview sering menyebut alasan yang serupa: kurang berkembang, kurang arahan, kurang merasa diperhatikan. Namun pertanyaan yang lebih mendasar jarang diajukan—apakah perusahaan benar-benar menyediakan sistem pengembangan yang membuat mereka ingin bertumbuh di dalamnya? Di era Gen Z, retention bukan lagi soal kompensasi semata, melainkan soal kejelasan masa depan dan kualitas dialog yang mereka alami setiap hari.

Gen Z tumbuh dalam dunia yang cepat, transparan, dan penuh pilihan. Mereka terbiasa mencari jawaban secara instan, tetapi ironisnya mereka kesulitan menemukan mentor yang relevan dalam konteks karier profesional. Jika organisasi hanya menawarkan pelatihan periodik tanpa pendampingan yang berkelanjutan, talenta muda akan merasa berjalan sendiri. In-house capability development menjadi penting karena ia menciptakan jalur pembelajaran yang terstruktur, kontekstual, dan langsung terhubung dengan realitas kerja sehari-hari.

Program in-house yang dirancang dengan benar bukan sekadar rangkaian kelas, melainkan sistem. Sistem yang menghubungkan kompetensi dengan performa, performa dengan kesiapan peran, dan kesiapan peran dengan peluang pertumbuhan. Ketika talenta melihat hubungan yang jelas antara apa yang mereka pelajari dan bagaimana hal itu memperkuat kontribusi mereka, engagement meningkat secara alami. Di titik ini, retention bukan lagi upaya defensif, tetapi konsekuensi logis dari sistem pengembangan yang sehat.

Namun sistem saja tidak cukup tanpa ruang dialog. Generasi muda membutuhkan refleksi, bukan hanya instruksi. Di sinilah mentoring dan coaching memainkan peran strategis. Mentoring memberi perspektif nyata dari praktisi berpengalaman tentang bagaimana mengambil keputusan, menghadapi tekanan, dan menavigasi dinamika organisasi. Coaching membantu memperkuat kesadaran diri, ketahanan mental, dan kematangan profesional. Kombinasi keduanya membuat capability development tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berlanjut pada perubahan perilaku.

Sebagai pemimpin L&D, HC, atau HR, pertanyaannya bukan lagi “Apakah kita memiliki program pelatihan?” melainkan “Apakah kita memiliki ekosistem pengembangan yang membuat talenta melihat masa depannya bersama kita?” Jika talenta terbaik Anda tidak melihat jalur pertumbuhan yang jelas, mereka akan mencarinya di tempat lain. Retention strategy yang efektif dimulai dari keberanian membangun sistem pengembangan internal yang serius, terstruktur, dan berkelanjutan.

Jika organisasi Anda ingin memperkuat retention melalui pengembangan kapabilitas yang nyata, saatnya berinvestasi pada In-House Capability Development yang terintegrasi dengan Career Advisory Services—melalui mentoring dan coaching yang kontekstual dan relevan. Rancang program pengembangan talenta yang sesuai dengan kebutuhan organisasi Anda bersama Veltica MasterClass dan mulai bangun sistem yang membuat talenta terbaik memilih untuk bertumbuh bersama Anda.

×

Silahkan Login

Silahkan login terlebih dahulu untuk melanjutkan permintaan mentoring Anda.

Lupa Password?