Veltica MasterClass

Apa yang Dicari Gen Z dari Tempat Kerja?

man in blue denim jacket beside woman in blue hijab
Photo by Andi Risam Triangga on Pexels.com

Peran Mentoring dan Coaching dalam Menjawab Tantangan Ini

Banyak organisasi hari ini bertanya-tanya mengapa talenta Gen Z terlihat cepat berpindah, mudah merasa tidak engaged, atau mempertanyakan arah karier mereka sejak awal. Namun mungkin pertanyaan yang lebih reflektif adalah: apakah perusahaan benar-benar memahami apa yang mereka cari? Gen Z tidak sekadar mencari gaji dan jabatan. Mereka mencari makna, arah, feedback yang jujur, serta ruang dialog yang aman untuk bertumbuh. Jika tempat kerja tidak menyediakan itu, mereka akan mencarinya di tempat lain.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z tumbuh dalam lingkungan yang cepat, digital, dan penuh pilihan. Mereka terbiasa dengan akses informasi instan, tetapi justru kekurangan akses pada wisdom—perspektif dari pengalaman nyata. Di dunia kerja yang kompleks dan penuh tekanan keputusan, mereka membutuhkan penopang yang lebih personal: seseorang yang bisa membantu mereka membaca situasi, memahami politik organisasi, mengelola ekspektasi, dan membangun kematangan peran. Di sinilah mentoring dan coaching menjadi krusial, bukan sebagai fasilitas tambahan, tetapi sebagai fondasi sistem pengembangan talenta.

Bagi L&D dan HC/HR, ini adalah momen refleksi strategis. Apakah program pengembangan yang ada saat ini hanya berbentuk kelas dan workshop? Atau sudah menyediakan ruang 1-on-1 yang memungkinkan talenta muda berdialog secara mendalam? Mentoring memberikan transfer pengalaman dan perspektif praktis dari para pemimpin senior. Coaching membantu talenta menemukan clarity, mengelola tekanan, dan membangun resilience. Kombinasi keduanya menciptakan lingkungan belajar yang lebih manusiawi dan relevan dengan kebutuhan generasi ini.

Gen Z juga sangat menghargai feedback yang konsisten dan arah karier yang jelas. Tanpa sistem Career Advisory yang terstruktur, mereka mudah merasa “lost in transition”. Banyak organisasi memiliki talent pool, tetapi tidak memiliki mekanisme pendampingan yang berkelanjutan. Akibatnya, potensi yang seharusnya bisa dipersiapkan menjadi future leaders justru stagnan atau keluar sebelum berkembang. Mentoring dan coaching yang terintegrasi dalam in-house capability development membantu menjembatani kesenjangan antara potensi dan performa.

Pertanyaan berikutnya bagi organisasi adalah: apakah Anda ingin sekadar merekrut Gen Z, atau benar-benar mempertahankan dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin berikutnya? Jika perusahaan tidak menyediakan ruang dialog yang bermakna, mereka akan mencari mentor di luar organisasi—atau bahkan meninggalkan organisasi yang tidak memberi mereka arah. Dalam konteks ini, mentoring dan coaching bukan hanya alat pengembangan, tetapi strategi retensi dan investasi jangka panjang pada keberlanjutan bisnis.

Jika Anda ingin menjawab ekspektasi Gen Z secara strategis dan sistematis, bangunlah ekosistem pengembangan yang mengintegrasikan mentoring, coaching, dan Career Advisory Services dalam kerangka In-House Capability Development.

Perkuat Program Leadership & People Management serta Communication & Presentation di organisasi Anda, dan integrasikan dengan 1-on-1 Mentoring & Coaching untuk membentuk generasi pemimpin berikutnya.Mulai rancang programnya bersama Veltica MasterClass hari ini.

×

Silahkan Login

Silahkan login terlebih dahulu untuk melanjutkan permintaan mentoring Anda.

Lupa Password?