Veltica MasterClass

Mental Well-Being dan Career Growth: Mengapa Perusahaan Tidak Bisa Mengabaikannya

professional man interviewing an applicant
Photo by Sora Shimazaki on Pexels.com

Dalam banyak organisasi, pembahasan mengenai mental well-being masih sering dipisahkan dari agenda pengembangan karier. Seolah-olah kesejahteraan psikologis adalah isu personal, sementara pertumbuhan karier adalah urusan profesional. Namun realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya: performa, kualitas keputusan, dan kematangan peran sangat dipengaruhi oleh kondisi mental seseorang. Pertanyaannya bagi para pemimpin L&D dan HC/HR adalah, apakah strategi pengembangan talenta di organisasi Anda sudah mempertimbangkan dimensi ini secara serius?

Profesional muda—khususnya Gen Z dan late millennials—menghadapi tekanan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Target kinerja yang tinggi, perubahan organisasi yang cepat, ekspektasi sosial yang besar, serta kebutuhan untuk terus relevan menciptakan beban psikologis yang tidak ringan. Tanpa ruang refleksi dan pendampingan yang tepat, tekanan ini dapat berkembang menjadi decision fatigue, kehilangan motivasi, atau bahkan burnout. Jika perusahaan hanya fokus pada peningkatan kompetensi tanpa memperhatikan daya tahan mental, maka pertumbuhan yang dihasilkan akan rapuh.

Mental well-being bukan berarti mengurangi standar kinerja. Sebaliknya, ia adalah fondasi untuk mempertahankan standar tersebut secara berkelanjutan. Coaching 1-on-1 memberikan ruang aman bagi talenta untuk mengeksplorasi tekanan yang mereka hadapi, mengelola konflik batin, serta memperjelas arah karier. Mentoring melengkapi proses ini dengan perspektif pengalaman nyata—membantu mereka memahami bahwa tantangan adalah bagian dari perjalanan profesional, bukan tanda kegagalan pribadi. Integrasi keduanya membangun resilience sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan.

Bagi organisasi, investasi pada mental well-being berdampak langsung pada produktivitas dan retensi. Talenta yang merasa didukung secara psikologis cenderung lebih engaged, lebih loyal, dan lebih siap menghadapi perubahan. Sebaliknya, mengabaikan aspek ini dapat menimbulkan biaya tersembunyi: absensi meningkat, konflik internal bertambah, dan turnover membengkak. Refleksi pentingnya adalah, apakah perusahaan Anda menunggu krisis sebelum bertindak, atau memilih membangun sistem pencegahan yang terstruktur?

Mengintegrasikan mental well-being dalam strategi talent development berarti membangun ekosistem pengembangan yang utuh. In-House Capability Development yang diperkuat dengan Career Advisory Services—melalui mentoring dan coaching—menciptakan keseimbangan antara peningkatan kompetensi dan penguatan ketahanan mental. Ini bukan sekadar program tambahan, tetapi pendekatan strategis untuk memastikan bahwa pertumbuhan karier tidak mengorbankan kesehatan psikologis.

Jika organisasi Anda ingin memastikan career growth yang berkelanjutan dan sehat, saatnya menjadikan mental well-being sebagai bagian integral dari strategi pengembangan talenta.

Integrasikan Coaching & Mentoring dalam kategori Leadership & People Management serta Operational Excellence & Productivity bersama Veltica MasterClass.
Bangun sistem pengembangan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga memperkuat ketahanan mental talenta Anda mulai hari ini.

×

Silahkan Login

Silahkan login terlebih dahulu untuk melanjutkan permintaan mentoring Anda.

Lupa Password?