Background
Di banyak organisasi, kualitas layanan sangat bergantung pada upaya individu daripada standar yang jelas dan praktik manajemen yang disiplin. Meskipun tim lini depan mungkin berkomitmen untuk melayani pelanggan dengan baik, inkonsistensi sering muncul karena ekspektasi yang tidak jelas, pengawasan yang tidak merata, dan pemantauan kinerja yang terbatas. Para pemimpin layanan sering terjebak di antara menangani eskalasi harian dan memenuhi target operasional, sehingga hanya sedikit waktu yang tersisa untuk mengelola kualitas layanan secara sistematis. Akibatnya, pengalaman pelanggan sangat bervariasi, loyalitas melemah, dan kinerja layanan menjadi sulit untuk dipertahankan dari waktu ke waktu.