Background
Banyak proyek berjalan lambat bukan karena tim kurang mampu, tetapi karena pekerjaan dibatasi oleh perencanaan yang kaku, persetujuan berlapis, dan respons yang terlambat terhadap perubahan. Persyaratan berkembang, prioritas bergeser, namun struktur proyek tetap statis. Tim kesulitan beradaptasi, koordinasi melemah, dan tenggat waktu pengiriman terhambat.
Dalam lingkungan organisasi, hal ini seringkali menimbulkan frustrasi: tim bekerja lebih keras, tetapi kemajuan terasa lebih lambat. Tanpa metode eksekusi adaptif, proyek menjadi reaktif, dan nilai yang diberikan terlambat untuk menciptakan dampak yang berarti.