Background
Di banyak organisasi, karyawan merasa selalu sibuk—jadwal penuh, tugas tumpang tindih, dan sering terganggu—namun produktivitas tetap rendah dan tenggat waktu sering terlewat. Beban kerja meningkat, tetapi prioritas tetap tidak jelas. Tim menghabiskan energi untuk bereaksi terhadap tuntutan daripada fokus pada apa yang benar-benar penting.
Seiring waktu, ini menciptakan kelelahan dan frustrasi. Upaya tinggi tidak menghasilkan output tinggi, stres menumpuk, dan risiko kelelahan meningkat. Tanpa manajemen beban kerja yang terstruktur, produktivitas menjadi tidak berkelanjutan dan kinerja menurun secara diam-diam.