Background
Saat organisasi mengadopsi model kerja hibrida dan jarak jauh, tantangan kolaborasi seringkali meningkat. Tim mengalami kesenjangan koordinasi, ekspektasi yang tidak jelas, dan penurunan keterlibatan, meskipun memiliki akses ke alat digital. Pesan terlewatkan, tanggung jawab tumpang tindih, dan rapat bertambah banyak tanpa meningkatkan keselarasan.
Seiring waktu, masalah-masalah ini memperlambat eksekusi dan melemahkan kerja tim. Produktivitas menurun bukan karena orang-orang tidak berkomitmen, tetapi karena cara kerja jarak jauh tidak terstruktur dengan jelas atau dipraktikkan secara konsisten.