Background
Di banyak organisasi, pesan gagal bukan karena isinya lemah, tetapi karena terlalu kompleks, terlalu banyak data, atau disampaikan tanpa struktur naratif. Presentasi membanjiri audiens dengan informasi, penjelasan terasa terfragmentasi, dan poin-poin penting hilang meskipun persiapan sudah matang.
Akibatnya, audiens kehilangan minat, salah memahami prioritas, atau gagal mengingat apa yang benar-benar penting. Ide-ide penting kesulitan mendapatkan daya tarik—bukan karena kurangnya wawasan, tetapi karena tidak dikomunikasikan dengan cara yang menghubungkan.