Background
Di banyak organisasi, kerangka kerja tata kelola ada secara formal tetapi tidak selalu tercermin dalam perilaku kepemimpinan sehari-hari. Pelanggaran etika, akuntabilitas yang tidak jelas, dan pengambilan keputusan yang tidak konsisten secara bertahap dapat mengikis kepercayaan—baik internal maupun eksternal. Seiring waktu, hal ini membuat organisasi rentan terhadap risiko regulasi, kerusakan reputasi, dan konflik internal.
Seringkali, tata kelola diperlakukan sebagai kewajiban kepatuhan daripada kemampuan kepemimpinan. Para pemimpin mungkin memahami aturan dan kebijakan, tetapi kurang memiliki panduan praktis tentang bagaimana menerapkan penilaian etika dan akuntabilitas dalam situasi dunia nyata yang kompleks.