Background
Di banyak organisasi, inisiatif keberlanjutan sangat berfokus pada dampak lingkungan dan tata kelola, sementara praktik sumber daya manusia kurang mendapat perhatian terstruktur. Proses SDM sering mengabaikan dimensi keberlanjutan jangka panjang seperti keterlibatan karyawan, praktik tenaga kerja yang bertanggung jawab, dan peran manusia dalam mendorong hasil ESG.
Akibatnya, keberlanjutan tetap terputus dari manajemen sumber daya manusia sehari-hari. Inisiatif keterlibatan terasa transaksional, kebijakan tenaga kerja kurang selaras dalam jangka panjang, dan komitmen ESG tidak sepenuhnya tercermin dalam cara perekrutan, pengembangan, dan retensi karyawan.