Background
Banyak organisasi berinvestasi besar-besaran dalam inisiatif produktivitas—peningkatan proses, alat efisiensi, dan pelacakan kinerja—namun kesulitan melihat dampak finansial yang berarti. Tim tetap sibuk, aktivitas meningkat, tetapi profitabilitas dan penciptaan nilai tidak selalu mengikuti.
Hal ini menciptakan refleksi organisasi yang familiar:
“Kita bekerja lebih keras dan lebih cepat, tetapi apakah kita mengerjakan hal-hal yang tepat yang benar-benar menggerakkan bisnis?”