Background
Di banyak organisasi, proposal untuk inisiatif, proyek, atau investasi baru didorong oleh urgensi dan intuisi daripada justifikasi bisnis yang jelas. Kasus bisnis sering disiapkan sebagai dokumen formal, tetapi logika yang mendasarinya—asumsi, risiko, dan penciptaan nilai—tetap lemah atau kurang terartikulasi dengan baik.
Akibatnya, keputusan disetujui tanpa kejelasan penuh, proyek berkinerja di bawah ekspektasi, dan tinjauan pasca-implementasi mengungkapkan kesenjangan yang seharusnya dapat diantisipasi lebih awal. Seiring waktu, hal ini melemahkan kepercayaan dalam pengambilan keputusan dan merusak kepercayaan antara manajemen, keuangan, dan tim pelaksana.