Background
Di banyak organisasi, risiko baru dikenali setelah masalah muncul. Keputusan diambil berdasarkan urgensi, optimisme, atau pengalaman masa lalu, sementara pertimbangan risiko tetap tersirat dan tidak merata di seluruh tim. Paparan finansial, gangguan operasional, dan implikasi kepatuhan sering kali ditinjau terlalu terlambat—ketika tindakan korektif sudah mahal.
Manajer mungkin merasakan potensi risiko, tetapi kurang memiliki pendekatan terstruktur untuk menilai, mengkomunikasikan, dan mengelolanya secara bertanggung jawab. Seiring waktu, ini menciptakan kerugian yang dapat dihindari, kualitas keputusan yang tidak konsisten, dan melemahnya kepercayaan pada penilaian manajemen.