Background
Kinerja yang buruk adalah salah satu tantangan paling kompleks dalam manajemen sumber daya manusia, namun juga salah satu yang paling sering salah ditangani. Di banyak organisasi, masalah kinerja dibiarkan berlarut-larut—baik karena manajer ragu untuk menghadapinya, atau karena mereka tidak memiliki kerangka kerja yang jelas untuk melakukannya secara profesional. Akibatnya, kinerja yang buruk sering kali ditangani terlalu terlambat, terlalu emosional, atau terlalu tidak konsisten.
Ketika kinerja rendah diabaikan, konsekuensinya meluas jauh melampaui individu. Karyawan berkinerja tinggi menjadi tidak termotivasi, beban kerja menjadi tidak merata, kepercayaan tim terkikis, dan manajer secara bertahap kehilangan kredibilitas. Secara paralel, dokumentasi yang buruk dan ekspektasi kinerja yang tidak jelas membuat organisasi rentan terhadap masalah keadilan, risiko kepatuhan, dan potensi sengketa hukum ketika tindakan korektif akhirnya diambil.