Background
Di banyak organisasi, supervisor dan manajer lini pertama dipromosikan berdasarkan keahlian teknis atau masa kerja, namun diharapkan untuk segera berperan sebagai pemimpin tim. Mereka mengelola operasional harian, mengkoordinasikan tugas, dan memastikan target tercapai—tetapi seringkali tanpa landasan yang cukup dalam keterampilan kepemimpinan dan manajemen tim dasar. Akibatnya, komunikasi menjadi transaksional, koordinasi gagal di bawah tekanan, dan moral tim berfluktuasi secara tidak konsisten.
Seiring waktu, kesenjangan ini menciptakan masalah sistemik. Tim mungkin menghasilkan output, tetapi kesulitan dalam hal keterlibatan, kejelasan, dan akuntabilitas. Supervisor merasa kewalahan oleh tuntutan operasional, sementara manajer menghabiskan waktu berlebihan untuk mengatasi masalah daripada memimpin. Tanpa fondasi yang kuat, inkonsistensi kepemimpinan kecil akan menumpuk menjadi kinerja yang tidak stabil dan gesekan yang tidak perlu di seluruh organisasi.