Background
Di banyak organisasi, keputusan masih didorong oleh asumsi, kebiasaan, atau informasi yang tidak lengkap, bukan oleh bukti. Data mungkin ada dalam laporan, dasbor, atau sistem, tetapi jarang diintegrasikan ke dalam rutinitas pengambilan keputusan sehari-hari. Akibatnya, respons terhadap masalah lambat, prioritas bergeser secara tidak konsisten, dan hasil bervariasi tergantung pada penilaian individu daripada fakta bersama.
Manajer dan tim sering mengandalkan intuisi karena mereka kurang percaya diri dalam menafsirkan data atau menerjemahkan angka menjadi wawasan yang bermakna. Seiring waktu, ini menciptakan kesenjangan antara strategi dan eksekusi, melemahkan akuntabilitas, dan menyulitkan untuk mengevaluasi apakah keputusan benar-benar meningkatkan kinerja.