Veltica MasterClass

Membangun Pemahaman ESG di Level Manajerial

Banyak organisasi hari ini sudah mulai mengadopsi ESG sebagai bagian dari arah strategis. Target ditetapkan, inisiatif dijalankan, bahkan beberapa sudah memiliki reporting yang cukup baik. Namun ketika dilihat lebih dalam, sering muncul satu pertanyaan yang tidak nyaman: mengapa ESG belum benar-benar terasa di level keputusan dan eksekusi sehari-hari?

Dalam praktiknya, ESG masih sering diposisikan sebagai inisiatif korporat—dikelola oleh fungsi tertentu, seperti sustainability atau compliance. Akibatnya, ESG tidak sepenuhnya terhubung dengan bagaimana manager dan tim mengambil keputusan dalam konteks operasional. Di titik ini, ESG menjadi sesuatu yang “diurus”, bukan sesuatu yang “dijalankan”.

a man and a woman standing beside each other while holding white paper with message
Photo by Gustavo Fring on Pexels.com

Hal ini menjelaskan mengapa banyak organisasi merasa sudah melakukan ESG, tetapi dampaknya belum konsisten. Bukan karena kurangnya framework atau kebijakan, melainkan karena ESG belum masuk ke dalam cara kerja. Ketika manager dihadapkan pada pilihan nyata—antara target bisnis dan prinsip ESG—sering kali tidak ada kejelasan bagaimana keduanya harus dipertemukan dalam keputusan yang konkret.

Dari berbagai konteks organisasi, terlihat bahwa ESG baru mulai memberikan dampak ketika ia masuk ke tiga hal utama: cara masalah dipahami, cara keputusan diambil, dan cara eksekusi dijalankan. Tanpa keterhubungan ini, ESG akan berhenti di level inisiatif dan reporting. Dengan keterhubungan ini, ESG mulai menjadi bagian dari bagaimana organisasi bekerja.

Pendekatan ini menuntut pergeseran cara melihat ESG. Bukan lagi sebagai tambahan di atas bisnis, tetapi sebagai bagian dari leadership dan managerial responsibility. Inilah mengapa banyak organisasi mulai melihat pentingnya membangun pemahaman ESG di level manajerial melalui pendekatan yang lebih praktikal, yang fokus pada bagaimana ESG diterjemahkan ke dalam keputusan sehari-hari.

Lebih jauh lagi, organisasi yang ingin memastikan ESG benar-benar terintegrasi biasanya tidak berhenti pada awareness. Mereka mulai mengembangkan capability yang lebih spesifik—mulai dari ESG integration dalam operasional, governance, hingga penguatan peran leadership dalam keberlanjutan. Berbagai pendekatan ini dapat dieksplorasi lebih lanjut melalui rangkaian program ESG, yang dirancang untuk membantu organisasi menghubungkan ESG dengan cara berpikir, pengambilan keputusan, dan eksekusi secara nyata.

×

Silahkan Login

Silahkan login terlebih dahulu untuk melanjutkan permintaan mentoring Anda.

Lupa Password?