Background
Di banyak organisasi, keputusan komersial dibuat di bawah tekanan, dengan waktu terbatas dan informasi yang tidak lengkap. Manajer diharapkan untuk menyeimbangkan peluang pendapatan, implikasi biaya, dan pertimbangan risiko—namun proses pengambilan keputusan seringkali intuitif dan tidak konsisten. Seiring waktu, hal ini menyebabkan peluang yang terlewatkan, erosi margin, dan keputusan yang sulit untuk dibenarkan atau direplikasi.
Tanpa kerangka kerja pengambilan keputusan komersial yang jelas, tim mungkin fokus pada kemenangan jangka pendek sambil mengabaikan nilai jangka panjang. Keputusan sangat bervariasi di antara individu dan unit, menciptakan inkonsistensi dalam hasil dan melemahkan disiplin komersial secara keseluruhan.