Background
Di banyak organisasi, target penjualan tidak tercapai bukan karena tim kurang berusaha, tetapi karena eksekusi penjualan kurang konsisten dan rutinitas kepemimpinan lemah. Manajer penjualan sering kewalahan oleh tekanan operasional—mengejar angka, menyelesaikan masalah dalam pipeline, dan menangani eskalasi—sehingga menyisakan ruang terbatas untuk pembinaan terstruktur dan pengembangan kinerja. Tanpa praktik manajemen penjualan yang disiplin, organisasi menjadi bergantung pada beberapa individu berkinerja tinggi. Meskipun hasil jangka pendek mungkin masih terlihat, kemampuan tim secara keseluruhan tetap tidak merata, volatilitas kinerja meningkat, dan keberlanjutan pendapatan menjadi rapuh.