Background
Di banyak organisasi, kebijakan dan prosedur ada dalam dokumen formal, tetapi gagal diterjemahkan ke dalam perilaku sehari-hari yang konsisten. Kepatuhan sering dianggap sebagai tanggung jawab SDM, Hukum, atau Audit—bukan sebagai kewajiban manajerial bersama. Akibatnya, tim mengandalkan jalan pintas, praktik informal, atau penilaian pribadi, menciptakan kesenjangan antara aturan tertulis dan pelaksanaan aktual.
Manajer dan supervisor sering ditempatkan dalam posisi yang sulit. Mereka diharapkan memberikan hasil dengan cepat, namun kurang memiliki panduan praktis tentang bagaimana memperkuat kepatuhan tanpa memperlambat operasi atau merusak hubungan tim. Seiring waktu, kesenjangan ini meningkatkan risiko pelanggaran, melemahkan akuntabilitas, dan mengikis kepercayaan pada sistem tata kelola.