Background
Di banyak organisasi, ESG masih dianggap sebagai inisiatif tingkat korporat yang dikelola oleh tim keberlanjutan atau kepatuhan, bukan sebagai tanggung jawab yang tertanam dalam keputusan manajerial sehari-hari. Akibatnya, tujuan ESG tetap abstrak, terputus dari operasi harian, dan implementasinya lemah di tingkat pelaksanaan. Para manajer sering ingin mendukung tujuan keberlanjutan tetapi kurang memahami apa arti ESG dalam praktik, bagaimana kaitannya dengan kinerja bisnis, dan tindakan konkret apa yang diharapkan dari mereka dalam peran mereka.