Background
Keluhan pelanggan adalah bagian tak terhindarkan dari operasional bisnis. Namun, di banyak organisasi, keluhan meningkat bukan karena masalah itu sendiri, tetapi karena penanganannya yang tidak konsisten, defensif, atau terlambat. Tim lini depan mungkin kurang memiliki kejelasan tentang standar respons, sementara supervisor sering kali dilibatkan dalam kasus hanya setelah kepercayaan pelanggan telah rusak. Ketika penanganan keluhan lemah, organisasi menghadapi peningkatan ketidakpuasan, risiko reputasi, dan gesekan operasional yang berulang. Seiring waktu, keluhan yang tidak terselesaikan menyita perhatian manajemen dan mengikis kepercayaan—baik internal maupun eksternal.