Veltica MasterClass

Detail Program:

Handling Low Performer

Program Overview

Background

Kinerja yang buruk adalah salah satu tantangan paling kompleks dalam manajemen sumber daya manusia, namun juga salah satu yang paling sering salah ditangani. Di banyak organisasi, masalah kinerja dibiarkan berlarut-larut—baik karena manajer ragu untuk menghadapinya, atau karena mereka tidak memiliki kerangka kerja yang jelas untuk melakukannya secara profesional. Akibatnya, kinerja yang buruk sering kali ditangani terlalu terlambat, terlalu emosional, atau terlalu tidak konsisten.

Ketika kinerja rendah diabaikan, konsekuensinya meluas jauh melampaui individu. Karyawan berkinerja tinggi menjadi tidak termotivasi, beban kerja menjadi tidak merata, kepercayaan tim terkikis, dan manajer secara bertahap kehilangan kredibilitas. Secara paralel, dokumentasi yang buruk dan ekspektasi kinerja yang tidak jelas membuat organisasi rentan terhadap masalah keadilan, risiko kepatuhan, dan potensi sengketa hukum ketika tindakan korektif akhirnya diambil.

Why This Program Matters

Mengelola kinerja rendah bukanlah tentang hukuman—melainkan tentang menjaga efektivitas tim, keadilan, dan standar organisasi. Tanpa pendekatan terstruktur, manajer sering kali jatuh ke salah satu dari dua ekstrem: menghindari masalah sepenuhnya atau meningkatkan tekanan secara agresif ketika tekanan meningkat. Kedua pendekatan tersebut merusak moral dan mengurangi kemungkinan pemulihan kinerja.

Program ini membantu organisasi membangun praktik manajemen kinerja yang disiplin, adil, dan konsisten dengan membekali manajer dengan alat praktis untuk mengatasi kinerja buruk sejak dini dan secara konstruktif. Alih-alih mengandalkan insting atau emosi, manajer belajar bagaimana mendiagnosis masalah secara akurat, mengkomunikasikan harapan dengan jelas, dan mengambil tindakan yang bertanggung jawab.

Bagi para pemimpin SDM dan bisnis, program ini membahas kekhawatiran yang berulang:

“Kami mengharapkan akuntabilitas, tetapi manajer kami tidak yakin bagaimana mengelola kinerja buruk dengan benar.”

What Participants Will Learn

Peserta mengembangkan kemampuan praktis untuk mengelola kinerja yang kurang optimal dengan jelas, percaya diri, dan profesional, termasuk:

• Mengidentifikasi kesenjangan kinerja
Peserta belajar bagaimana membedakan antara kesenjangan keterampilan, masalah motivasi, ketidaksesuaian peran, dan kendala kontekstual seperti target yang tidak jelas atau hambatan proses. Hal ini memastikan bahwa masalah kinerja ditangani dari akarnya, bukan hanya ditangani secara dangkal atau salah.

• Melakukan percakapan yang sulit
Peserta membangun kepercayaan diri untuk melakukan percakapan kinerja yang terstruktur, penuh hormat, dan berbasis bukti. Mereka belajar bagaimana mengkomunikasikan harapan dengan jelas, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan mengelola reaksi emosional—memastikan percakapan tetap profesional dan berfokus pada hasil.

• Membuat rencana peningkatan
Peserta belajar bagaimana merancang rencana peningkatan kinerja praktis yang mendefinisikan harapan yang jelas, target yang terukur, tenggat waktu, dan mekanisme dukungan. Hal ini menggeser manajemen kinerja dari peringatan yang samar-samar ke jalur pengembangan yang dapat ditindaklanjuti, meningkatkan peluang peningkatan.

• Mendokumentasikan secara adil dan objektif
Peserta berlatih bagaimana mendokumentasikan diskusi kinerja, kemajuan, dan hasil secara faktual dan konsisten. Hal ini melindungi baik manajer maupun karyawan, memperkuat proses SDM, dan memastikan keputusan dapat dipertanggungjawabkan jika diperlukan eskalasi.

Blended Learning Journey

Untuk memastikan penerapan yang konsisten dan perubahan perilaku, program ini disampaikan melalui perjalanan pembelajaran campuran yang terstruktur:

1. Pembelajaran Mandiri (LMS)
Peserta mengakses materi pembelajaran yang telah dikurasi yang mencakup standar kinerja, diagnosis kinerja yang kurang baik, prinsip umpan balik, dan dasar-dasar dokumentasi.

2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pra-program mengidentifikasi kesenjangan dalam pemahaman, kepercayaan diri, dan konsistensi manajemen kinerja di antara peserta.

3. Program Inti (Sesi yang Dipimpin Instruktur)
Sesi interaktif berfokus pada skenario tempat kerja nyata, permainan peran, dan diskusi kasus yang berkaitan dengan kinerja yang kurang baik, perencanaan peningkatan, dan praktik dokumentasi.

4. Penilaian Pasca-Program
Penilaian lanjutan memperkuat pembelajaran dan membantu organisasi mengevaluasi peningkatan kemampuan dan konsistensi manajerial.

Perjalanan ini memastikan keterampilan manajemen kinerja tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan dan dipertahankan.

Key Takeaways

Organisasi yang menerapkan program ini biasanya mengalami:

Standar kinerja yang lebih jelas dan konsisten di seluruh waktu

Mengurangi konflik, keluhan, dan masalah kinerja yang berulang

Akuntabilitas yang lebih kuat tanpa merusak kepercayaan atau moral

Peningkatan kepercayaan diri di antara para manajer saat menangani situasi yang sulit terkait orang lain

Who Should Attend

Program ini dirancang untuk peran yang bertanggung jawab langsung atas pengelolaan kinerja karyawan, termasuk:

Manajer

Pengawas

Mitra Bisnis SDM

Faculty & Mentor Profile

Program-program ini difasilitasi oleh para pemimpin dan praktisi SDM berpengalaman dengan latar belakang yang kuat dalam manajemen kinerja, hubungan karyawan, dan tata kelola organisasi.

Anggota fakultas biasanya memiliki:

Pengalaman langsung dalam menangani kasus kinerja dan karyawan yang kompleks

Kemampuan yang kuat dalam menerjemahkan kebijakan SDM ke dalam praktik manajerial

Kemampuan yang terbukti dalam membimbing manajer melalui percakapan kinerja yang sulit

Hal ini memastikan program memberikan relevansi praktis dan kepercayaan diri manajerial.

Post-Program Follow-Up & Coaching Options

Untuk mendukung penerapan yang berkelanjutan dan melindungi kualitas pembelajaran, organisasi dapat memilih keterlibatan tindak lanjut seperti:

Pendampingan atau pembinaan 1 lawan 1 untuk manajer yang menangani kasus-kasus kritis

Pendampingan atau pembinaan kelompok untuk memperkuat standar kinerja yang konsisten

Opsi-opsi ini membantu menanamkan manajemen kinerja yang adil dan disiplin ke dalam rutinitas kepemimpinan sehari-hari.

Program Engagement

Program ini biasanya disampaikan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran internal perusahaan dan dapat diintegrasikan ke dalam kerangka kerja manajemen kinerja, program pengembangan kepemimpinan, atau inisiatif tata kelola SDM.

👉 Bagi tim SDM dan Pengembangan dan Pelatihan yang ingin memperkuat akuntabilitas, keadilan, dan kepercayaan manajerial dalam menangani kinerja yang kurang memuaskan, program ini menyediakan fondasi yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mega Webinar

April 2026

Decision Fatigue di Middle Management

Date: 15 April 2026 16:00
Gemini Aryanto
Gemini Aryanto
Sonny Sofjan
Sonny Sofjan
Dina Sitopu
Dina Sitopu
Mety Yusantiati
Mety Yusantiati
Lihat Detail

Event by Programs

March 2026

April 2026

May 2026

×

Silahkan Login

Silahkan login terlebih dahulu untuk melanjutkan permintaan mentoring Anda.

Lupa Password?