Background
Banyak organisasi menyatakan komitmen yang kuat terhadap standar keberlanjutan, namun kesulitan dalam menafsirkan dan menerapkan kerangka kerja ISO dalam operasi sehari-hari. Persyaratan ISO sering dianggap teknis, bertele-tele, dan sulit diterjemahkan ke dalam perilaku praktis di tempat kerja.
Akibatnya, implementasi menjadi terfragmentasi. Dokumentasi ada, tetapi proses diterapkan secara tidak konsisten, kesiapan audit lemah, dan standar keberlanjutan gagal mendorong disiplin operasional yang berarti.