Background
Efektivitas kepemimpinan seringkali dibatasi bukan oleh kurangnya keterampilan, tetapi oleh kesadaran diri yang terbatas. Reaksi emosional, titik buta, dan perilaku kebiasaan dapat secara tidak sengaja mengikis kepercayaan, menciptakan ketidakselarasan, dan memicu gesekan antarpribadi.
Dalam lingkungan yang penuh tekanan, pola-pola ini menjadi lebih terlihat—menyebabkan kerusakan komunikasi, berkurangnya kolaborasi, dan dampak kepemimpinan yang tidak konsisten.