Background
Tindakan disiplin dan keputusan pemutusan hubungan kerja termasuk di antara tanggung jawab paling sensitif yang dihadapi oleh manajer dan tim SDM. Di banyak organisasi, situasi ini ditangani secara reaktif—didorong oleh emosi, tekanan, atau urgensi—bukan melalui proses yang jelas dan terstruktur. Ketika ekspektasi tidak jelas dan prosedur diterapkan secara tidak konsisten, tindakan disiplin dapat dengan cepat meningkat menjadi konflik, keluhan, atau sengketa hukum.
Pada saat yang sama, manajer sering diharapkan untuk “menangani masalah dengan cepat” tanpa panduan yang cukup tentang bagaimana menyeimbangkan keadilan, dokumentasi, dan pertimbangan hukum. Hal ini menciptakan risiko yang signifikan—tidak hanya terhadap reputasi dan kepatuhan organisasi, tetapi juga terhadap kepercayaan dalam tim. Proses disiplin yang dikelola dengan buruk dapat merusak moral, melemahkan kredibilitas kepemimpinan, dan menciptakan luka jangka panjang dalam organisasi.