Background
Di banyak organisasi, data sudah tersedia dalam jumlah berlimpah, namun laporan tetap sulit diinterpretasikan dan lambat dalam memengaruhi pengambilan keputusan. File Excel dipenuhi dengan tabel, angka mentah, dan banyak lembar kerja, tetapi para pemangku kepentingan kesulitan untuk dengan cepat memahami apa yang penting, apa yang telah berubah, dan tindakan apa yang harus diambil. Akibatnya, laporan menjadi dokumen statis daripada alat untuk penyelarasan dan pengambilan keputusan.
Manajer dan analis sering menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan laporan, hanya untuk menemukan bahwa wawasan diabaikan atau disalahpahami. Tanpa struktur visual dan narasi yang jelas, data kehilangan kekuatannya, diskusi menjadi tidak fokus, dan siklus pengambilan keputusan melambat.