Background
Di banyak organisasi, risiko operasional baru dikenali setelah terjadi gangguan. Kegagalan sistem, gangguan rantai pasokan, kesalahan manusia, atau kerusakan proses sering kali membuat tim tidak siap, mengakibatkan waktu henti, kerugian finansial, ketidakpuasan pelanggan, dan tekanan internal. Insiden ini jarang disebabkan oleh satu kesalahan; lebih sering, hal itu mencerminkan antisipasi yang lemah, kepemilikan yang tidak jelas, dan kurangnya pemikiran risiko yang terstruktur dalam operasi sehari-hari.
Tim operasional dan manajer mungkin merasakan kerentanan dalam proses mereka, tetapi kekurangan alat yang sederhana dan praktis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengatasi risiko secara proaktif. Manajemen risiko sering dianggap sebagai tanggung jawab kepatuhan atau spesialis, bukan sebagai kemampuan operasional inti. Seiring waktu, ini menciptakan operasi yang rapuh yang bereaksi terhadap masalah alih-alih mencegahnya.