Background
Di banyak organisasi, ide-ide bagus gagal mendapatkan daya tarik bukan karena kurang bermutu, tetapi karena tidak dikomunikasikan dengan efektif atau dinegosiasikan secara efektif. Para pemangku kepentingan memiliki prioritas yang berbeda, kepentingan saling bersaing, dan diskusi terhenti ketika perspektif bertentangan. Tanpa keterampilan persuasi dan negosiasi yang terstruktur, pengambilan keputusan membutuhkan waktu lebih lama dan hasilnya sering kali terkompromikan.
Seiring waktu, tim menjadi frustrasi. Peluang tertunda, kompromi terasa sepihak, dan hubungan menjadi tegang. Pengaruh menjadi terkait dengan otoritas daripada kejelasan, empati, dan penciptaan nilai.