
Banyak organisasi berbicara tentang talent retention, namun masih memisahkan antara program pengembangan internal dan percakapan karier yang personal. Training berjalan di satu sisi, sementara diskusi tentang arah karier sering kali tidak terstruktur atau hanya muncul saat performance review tahunan. Di tengah dinamika generasi muda yang semakin reflektif dan sadar akan pilihan kariernya, pendekatan seperti ini berisiko menciptakan jarak antara perusahaan dan talenta terbaiknya. Pertanyaan penting bagi L&D dan HC/HR hari ini adalah: apakah strategi retensi Anda benar-benar menyentuh dimensi personal talenta, atau hanya berhenti pada level program?
Career Advisory Services menghadirkan ruang dialog yang lebih dalam—membantu profesional muda memahami kekuatan, aspirasi, dan blind spot mereka. Namun tanpa koneksi dengan sistem pengembangan internal perusahaan, advisory hanya menjadi percakapan yang inspiratif, bukan transformatif. Di sisi lain, in-house capability development program menyediakan struktur, kurikulum, dan intervensi kolektif, tetapi sering kali tidak cukup personal untuk menjawab kebingungan karier individu. Ketika keduanya berjalan terpisah, organisasi kehilangan peluang untuk membangun ekosistem pengembangan yang utuh.
Strategi retensi yang kuat justru lahir dari integrasi keduanya. Career Advisory menjadi pintu masuk untuk memetakan kebutuhan individu, sementara in-house program menjadi jalur akselerasi yang terarah. Hasil refleksi dari sesi mentoring dan coaching dapat diterjemahkan menjadi rencana pengembangan konkret melalui program yang relevan—baik di area leadership, execution excellence, judgement & decision making, maupun kematangan peran. Dengan demikian, talenta tidak hanya merasa didengar, tetapi juga difasilitasi untuk bertumbuh secara sistematis di dalam organisasi.
Bagi generasi Gen Z dan late millennials, kejelasan arah karier dan meaningful growth adalah faktor penentu loyalitas. Mereka ingin melihat bagaimana organisasi berinvestasi pada perkembangan mereka, bukan hanya pada hasil jangka pendek. Ketika perusahaan mampu menunjukkan bahwa ada ekosistem yang menghubungkan advisory personal dengan program pengembangan terstruktur, rasa keterikatan (engagement) meningkat secara signifikan. Retensi bukan lagi hasil dari kontrak kerja, tetapi dari pengalaman pertumbuhan yang konsisten.
Refleksi bagi para pemimpin HR dan L&D: apakah Anda sudah menghubungkan insight individual dari talenta dengan desain program internal perusahaan? Apakah hasil mentoring dan coaching tercermin dalam jalur pembelajaran yang mereka jalani? Jika belum, mungkin saatnya merancang ulang arsitektur pengembangan talenta—bukan sekadar menambah jumlah pelatihan, tetapi menyatukan percakapan karier dan sistem pembelajaran dalam satu strategi yang terintegrasi.
Veltica MasterClass menghadirkan pendekatan ini melalui integrasi In-House Capability Development Program dengan Career Advisory Services berbasis mentoring dan coaching 1-on-1.
Bangun strategi retensi yang lebih strategis dan berkelanjutan.
Diskusikan kebutuhan organisasi Anda dan rancang ekosistem pengembangan talenta bersama Veltica MasterClass hari ini.